Pembahasan RUU KUHP dan KUHAP Dilanjutkan, Presiden Tak Peka Pemberantasan Korupsi?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak dapat menyembunyikan kekecewaannya dengan keputusan tetap dilanjutkannya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU Kitab Undang-Undang Kitab Acara Pidana (KUHAP) di Komisi III DPR. Padahal, lembaga antikorupsi tersebut sudah mengirimkan surat keberatan ke Presiden dan DPR.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengatakan bahwa apa yang dilakukan Pemerintah dan DPR seperti sedang mencoba menggergaji leher KPK. Setelah berulang kali gagal dilakukan.

Padahal, menurut Busyro, KPK bersama ratusan dosen Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menolak pembahasan dua RUU tersebut di DPR.

“Kita semakin sedih dan miris dengan sikap pemerintah dan DPR. Jika mereka jujur kenapa baru sekarang minta masukan? Dulu, Revisi UU Tipikor sepihak dan ada pasal mematikan KPK. Setelah kami teriak, dihentikan dan tidak jadi diajukan ke DPR,” kata Busyro melalui pesan singkat, Sabtu (22/2).

Oleh karena itu, wajar jika akhirnya Presiden dikatakan tidak peka terhadap situasi yang tengah terjadi di negaranya, terutama ketika korupsi terjadi hampir di semua lini pemerintahan.

“Tidakkah presiden sudah paham sudah terjadi letusan korupsi di Kemenag (Kementerian Agama), Kementan (Kementerian Pertanian), SKK Migas, Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga), puluhan anggota DPR dan DPRD, Pemprov (Pemerintah Provinsi), Pemda (Pemerintah Daerah), Korlantas Polri, di sektor pajak dan elit parpol (parpol),” sindir Busyro.

Bahkan, Busyro membandingkan kasus korupsi dengan abu vulkanik Gunung Kelud dan Gunung Sinabung yang masih kalah dengan ledakan kasus korupsi.

“Untuk apa presiden kunjungi korban Sinabung dan Kelud jika letusan dan abu-abu korupsi telah mematikan jutaan rakyat dengan pelan-pelan malah tidak mau peka?” Tegas Busyro.

Seperti diketahui, KPK mengirimkan surat ke Presiden dan DPR terkait sikap KPK mengenai pembahasan RUU KUHAP dan RUU KUHP di Komisi III DPR. Dengan maksud, meminta pembahasan dua RUU tersebut dihentikan.

Berikut beberapa sikap KPK terkait pembahasan revisi KUHP dan KUHAP, seperti tertuang dalam suratnya. Pertama, revisi RUU adalah sebuah keniscayaan, maka harus ditujukan untuk kepentingan perbaikan atas materi perundang-undangan yang bisa menjawab tuntutan kebutuhan publik atas kepastian hukum dan jaminan keadilan serta mendukung peran penegak hukum dalam menjalankan tugasnya.

Kedua, pembahasan RUU KUHAP dan KUHP yang saat ini tengah dilakukan memerlukan pemikiran yang mendalam, utuh dan menjangkau kebutuhan akan perubahan. Pada kenyataannya masa kerja anggota DPR saat ini tersisa kurang lebih 100 hari kerja efektif, sehingga tidak mungkin dilakukan pembahasan secara serius dalam waktu yang begitu singkat, mengingat kedua RUU tersebut memiliki lebih dari 1000 pasal. Untuk itu pemerintah perlu menarik kembali RUU KUHAP dan KUHP dari DPR dan menyerahkan pembahasannya kepada DPR baru periode 2014-2019.

Ketiga, pembahasan RUU KUHAP sebagai hukum pidana formil sebaiknya dilakukan setelah DPR yang baru periode 2014-2019 membahas, menyelesaikan dan mengesahkan RUU KUHP yang baru.

Keempat, meminta pemerintah untuk memperbaiki RUU KUHP dengan mengeluarkan seluruh tindak pidana luar biasa dari buku II RUU KUHP termasuk tindak pidana korupsi dan tindak pidana lainnya yang bersifat koruptif yang merupakan delik korupsi berdasarkan UU Tipikor saat ini. Beberapa ketentuan dalam RUU KUHAP juga perlu diperbaiki lebih dahulu, antara lain adanya ketentuan khusus untuk mendukung proses penegakan hukum atas kejahatan korupsi dan kejahatan luar biasa lainnya.

Kelima, Pembahasan RUU KUHP dan KUHAP tersebut oleh DPR periode 2014-2019 haruslah melibatkan seluruh lembaga penegak hukum, akademisi dan unsur masyarakat terkait.

Sumber:Suara Pembaruan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s