Ketua MA Terkejut, Putusan MK Soal PK Berkali-kali Timbulkan Ketidakadilan

Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali terkejut ketika mendengar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskan Peninjauan Kembali (PK) bisa dilakukan berkali-kali. Hatta Ali sangat khawatir karena PK berkali-kali menimbulkan ketidakadilan.

“Pak Ketua sangat terkejut memang dengan putusan MK itu dan mempertanyakan di mana letak yang dimaksud dengan tindakan melanggar HAM dan tidak memberikan kepastian hukum?” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur saat dihubungi detikcom, Jumat (7/3/2014).

Hatta Ali mendengar putusan itu di tengah kunjungannya di Riau. Kunjungan ini dalam rangka memberikan pembinaan bagi hakim-hakim di lingkungan peradilan wilayah Riau dan Kepulauan Riau

Menurut Hatta, memberikan PK yang bisa dilakukan berkali-kali justru menjauhkan kepastian hukum karena tak akan pernah ada ujungnya. Hal ini pernah dialami MA yang menerima permohonan PK dalam perkara yang sama sebanyak 6 kali.

“Sehingga kemudian MA mengeluarkan kebijakan dan regulasi pembatasan perkara PK dalam SEMA No 10/2009 supaya upaya hukum PK dapat diajukan 1 kali saja. Kecuali ada dua perkara yang sama tetapi keputusannya bertentangan,” ujar Ridwan membacakan pernyataan Hatta.

Dalam UU MA juga diatur pembatasan dan hukum acara PK sebagai wilayah core of justice. Maka apabila PK dilakukan berkali-kali justru menjauhkan aspek keadilan.

“Justru menimbulkan ketidakadilan dan waktu yang lama sehingga dapat menimbulkan justice delay dan justice dinied,” ujar Ridwan.

PK berkali-kali juga bertentangan dengan upaya MA untuk menciptakan peradilan yang murah, cepat, dan sederhana. Dampaknya adalah ketidakpastian hukum selamanya.

“Dalam RUU MA yang baru juga dimasukan pembatasan penyelesaian perkara ke MA, baik kasasi maupun PK. Semua ini bertujuan memberikan kepastian hukum dan prinsip cepat, murah, dan sederhana sesuai asaz dalam UU Kekuasaan Kehakiman,” ujar Ridwan.

“Pada prinsipnya, Pak Ketua sangat kaget dan menganggap putusan itu justru menimbulkan ketidakadilan dan ketidakpastian hukum,” tutup Ridwan menjelaskan ini pernyataan Hatta.

Sumber: DetikCom

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s